wb_sunny

Breaking News

Pentingnya Menjaga Jarak Agar Tidak Tertular COVID-19

Pentingnya Menjaga Jarak Agar Tidak Tertular COVID-19


Menjaga jarak dari orang di sekitar atau kini tren disebut dengan social distancing merupakan satu kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Kebijakan untuk melakukan social distancing ini berdampak pada aktivitas di masyarakat. Seperti adanya pengalihan kegiatan belajar tatap muka beralih menjadi kelas online atau daring. Selain itu beberapa kantor negeri dan swasta juga menginstruksikan untuk Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah.

Dalam Ilmu Sosiologi terdapat istilah social distance yang biasa digunakan oleh sosiolog. Namun terdapat sedikit perbedaan makna. Social distance memiliki arti jarak sosial yang menekankan makna "sosial" menjadi "status sosial individu".

Sebagai contoh, antara kalangan ekonomi kelas atas dan bawah atau persahabatan antara dua orang. Salah satu yang mempengaruhi social distance adalah kepercayaan. Misal, jika kedua individu bersahabat maka mereka saling memiliki kepercayaan yang tinggi.

Istilah social distancing ini muncul dan digunakan oleh mereka yang bergerak di dunia kesehatan untuk mengimbau masyarakat terkait dengan wabah Covid-19. Tujuannya, supaya masyarakat bisa memberikan jarak antar individu dan penularan bisa dicegah.

World Health Organization (WHO) merespons makna social distancing di masyarakat. WHO menyarankan menggunakan physical distancing sebagai frasa untuk megedukasi masyarakat. Saran ini diberikan dengan dasar physical distancing memiliki makna jarak fisik bukan jarak sosial dengan orang-orang terdekat kita.

Terlepas dari istilah tersebut, di situasi saat ini yang paling penting adalah memberikan sosialiasi dan edukasi kepada masyarakat untuk menjaga jarak satu dengan yang lain. Dengan demikian penularan virus ini bisa terputus.

Indonesia dengan latar belakang budaya yang kuat membuat kebijakan social distancing sedikit sulit untuk diberlakukan. Contohnya di Kota Solo masih ditemui masyarakat yang berkerumun di beberapa titik. Sikap pekewuh yang melekat dalam mayoritas warga Solo membuat mereka tetap menghadiri kegiatan berkelompok. Salah satunya kegiatan rewang, atau hajatan di desa.

Tidak hanya itu beberapa aktivitas ibadah masih tetap dijalankan bersama-sama dengan memegang teguh kepercayaan bahwa Tuhan akan melindungi mereka. Padahal sudah dikeluarkan secara resmi oleh pihak-pihak berwenang dan pihak ahli untuk beribadah dari rumah.

Berbagai kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah sudah dikaji sebelumnya sehingga peran-peran tokoh masyarakat menjadi penting dan berpengaruh dalam menyampaikan kebijakan tersebut.

Gerakan serentak oleh semua lini perlu dilakukan untuk melakukan sosialisasi mulai dari tokoh-tokoh agama, pendidikan, pejabat pemerintah serta semua yang memiliki pengaruh besar di masyarakat. Ini penting karena ketika dari kelompok medis sudah berusaha untuk mengobati, tetapi masyarakat tidak mendukung akan sama saja.

Selain itu masyarakat bisa bahu membahu untuk memenuhi kebutuhan di masyarakat. Bagi mereka yang memiliki kondisi perekonomian menengah ke atas bisa memberikan bantuan untuk kalangan menengah ke bawah sehingga kebijakan social distancing dan work from home (WFH) bisa berjalan dengan baik dan maksimal, karena masyarakat tidak mengkhawatirkan pendapatan mereka.

Solidaritas menjadi hal penting untuk saat ini. Tim medis berupaya untuk mengobati, pemerintah berusaha melakukan pencegahan dengan berbagai kebijakan dan tindakan, masyarakat yang proaktif mendukung kebijakan

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar