wb_sunny

Breaking News

Tips Aman Masuk Kerja Saat Pandemi Corona

Tips Aman Masuk Kerja Saat Pandemi Corona


Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta masih berlangsung selama pandemi virus corona. Namun, pemberlakuan PSBB tidak selalu berarti anjuran work from home (WFH) tetap berlanjut.

Sebagian pekerja tetap masuk kantor seperti biasa. Sementara, perusahaan menyiapkan beragam skenario demi keamanan pegawainya seperti protokol kesehatan yang ketat juga sistem kerja shift.

"Sistem shift memang mengurangi jumlah pekerja yang masuk, kontak orang yang satu dengan yang lain lebih sedikit tapi ini enggak menjamin. Bisa saja satu shift ada yang positif, kita enggak tahu. Nah kita sebaiknya jaga diri," ujar Dokter Sisilia Elfani.

Dokter umum di situs konsultasi Good Doctor ini pun memberikan sejumlah tips agar Anda terhindar dari penyebaran virus corona selama bekerja di kantor.

1. Wajib pakai masker

Elfani menuturkan masker jadi salah satu benda wajib yang harus kenakan. Anda bisa mengenakan masker kain non medis saat keluar rumah, dalam perjalanan menuju tempat kerja, dan selama bekerja. Elfani menyarankan sebaiknya masker memiliki ukuran yang pas yakni bisa menutupi hidung, mulut hingga dagu.

"Ada juga yang kerjanya enggak bisa pakai masker, seperti customer care. Karena sempat ada yang konsultasi, kalau pakai masker klien tersinggung. Bisa disediakan pembatas mika antara pekerja dan customer," imbuhnya.

2. Hindari menyentuh barang di tempat umum

Tanpa sadar, Anda kerap menyentuh barang atau benda-benda di tempat umum seperti tombol lift, gagang pintu atau pegangan tangga. Elfani menyarankan untuk menghindari menyentuh benda-benda ini semisal membuka pintu tanpa memegang gagangnya tetapi didorong dengan siku.

"Kalau terpaksa pegang seperti finger print (absensi kantor), pakai hand sanitizer," katanya.

Elfani menambahkan sebaiknya Anda rajin membersihkan keyboard komputer, mouse, hingga pesawat telepon yang digunakan untuk bekerja dengan tisu basah. Ponsel pun tak boleh luput dari aktivitas bersih-bersih ini.

3. Bekali diri dengan hand sanitizer

Sediakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60 persen. Namun upayakan untuk rajin mencuci tangan setidaknya tiap empat jam sekali. Mengapa? Kadang orang merasa tangan dalam keadaan bersih tetapi cuci tangan memastikan tak ada kuman atau virus menempel.

"Kalau di kantor kan pakai mesin fotokopi, terus pakai coffee maker," imbuh Elfani.

4. Cuci tangan dan ganti pakaian

Biasanya kantor bakal menerapkan serangkaian protokol kesehatan mulai dari sebelum Anda masuk gedung kantor. Namun Anda tetap wajib mencuci tangan sampai di kantor. Tak ada salahnya juga menyediakan pakaian ganti sehingga ada jaminan Anda tidak membawa polutan dari jalanan atau tempat umum menuju ruang kerja.

"Kalau sistem di rumah sakit, kami jaga mengenakan baju dari rumah sakit karena kan enggak tahu pasien apa yang yang datang. Tapi kalau untuk kantor, bisa juga ganti baju, nanti sebelum pulang pakai baju yang buat berangkat," ujar Elfani.

5. Jaga jarak dengan rekan kerja

Perhatikan jarak dengan rekan kerja. Setidaknya, Anda mengambil jarak 1,5 sampai 2 meter sesuai anjuran WHO. Hindari situasi yang memungkinkan ada banyak orang berkumpul semisal antre toilet atau dalam lift. Biasanya kantor menyediakan denah lokasi berdiri agar jarak terpantau dan tidak saling berhadapan.

6. Perhatikan asupan makanan

Elfani menyarankan untuk selalu memperhatikan asupan makanan yang bernutrisi lengkap. Selain itu juga cukup istirahat, olahraga dan cukup asupan cairan.

Untuk kebutuhan cairan jika dicermati kebutuhan tiap orang akan berbeda menyesuaikan jenis kelamin, berat badan, juga aktivitas. Hanya saja, lanjut dia, rata-rata kebutuhan cairan untuk laki-laki sebanyak 2,5-2,7 liter sedangkan perempuan sebanyak 2,2-2,5 liter.

"Konsumsi suplemen enggak masalah. Biasanya untuk suplemen vitamin C, yang dijual di pasaran kandungannya 500 miligram, itu sekali sehari cukup," katanya.

7. Bersih-bersih saat pulang kerja

Sepulang kerja, tetap terapkan protokol kesehatan dengan cuci tangan, mandi lalu ganti baju. Elfani menganjurkan untuk mencuci rambut agar kuman atau virus yang bisa menempel di rambut hilang.

"Lebih aman keramas. Virus itu kan menempel di bagian tubuh kita, bisa kulit, rambut. Nah dengan sabun dan digosok, virus hilang," katanya.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar