wb_sunny

Breaking News

Ilmuwan Rancang Filter Udara Penangkap-Pembunuh Virus Corona

Ilmuwan Rancang Filter Udara Penangkap-Pembunuh Virus Corona


Para ilmuwan sedang mengeksplorasi cara untuk mematikan virus SARS-CoV-2 sebelum memiliki kesempatan untuk menginfeksi tubuh. Para peneliti dari University of Houston, Amerika Serikat dalam kolaborasi dengan tim lain telah merancang filter udara "tangkap dan bunuh" yang dapat menjebak dan langsung membunuh virus penyebab Covid-19.

Ketika Covid-19 menyebar di seluruh dunia, virusnya memiliki efek yang menghancurkan di daerah-daerah di mana orang sukar menjaga jarak sosial dan udara segar tidak bersirkulasi di ruangan. Ini termasuk di pesawat, angkutan umum, kapal pesiar, dan gedung perkantoran besar.

Sementara maskapai penerbangan dan sektor ekonomi lainnya perlahan-lahan dibuka kembali untuk menghindari kerusakan lebih lanjut pada perekonomian, masyarakat didorong untuk mengenakan masker, terutama di daerah yang padat, di mana jarak fisik tidak dapat dipertahankan. Kemampuan virus menyebar secara airborne telah diperdebatkan sejak awal pandemi dan para ilmuwan masih mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk lebih fokus pada kemampuan virus untuk tetap berada di udara.

Dilansir Health 24, Selasa (14/7) disebutkan, para peneliti dari University of Houston, dengan mempertimbangkan fakta bahwa virus dapat tetap di udara selama hampir tiga jam, menyimpulkan bahwa filter udara dapat membantu mengurangi infeksi. Menurut direktur Texas Center for Superkonduktivitas di University of Houston, Zhifeng Ren, kemampuan filteruntuk membantu mengendalikan penyebaran virus bisa sangat berguna.

Dia juga mengusulkan filter udara berukuran desktop untuk memurnikan udara di lingkungan kantor. Lalu, bagaimana cara kerja filter?

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Materials Today Physics menemukan bahwa 99,8 persen virus terbunuh dalam sekali jalan melalui filter yang terbuat dari busa nikel yang tersedia secara komersial, yang dipanaskan hingga 200 derajat Celcius. Para peneliti menyadari bahwa busa nikel memiliki resistivitas rendah, yang membuatnya sulit untuk cukup panas cukup untuk membunuh virus.

Namun, mereka memecahkan masalah ini dengan melipat busa dan menghubungkan kompartemen dengan kabel listrik untuk meningkatkan kemampuan memanaskan filter. Ketika filter dipanaskan secara listrik, daripada memanaskannya dari sumber eksternal, filter ini meminimalkan panas yang keluar dari filter, yang memungkinkannya berfungsi dengan tekanan minimal

Prototipe ini dirancang dan diuji di laboratorium. Filter akan diproduksi secara bertahap dan dipasok ke tempat-tempat berprioritas tinggi.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar