wb_sunny

Breaking News

Pastikan Tetap Selalu Jaga Jarak Dan Hindari Kerumunan

Pastikan Tetap Selalu Jaga Jarak Dan Hindari Kerumunan



 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi panduan baru terkait penyebaran corona (Covid-19). Hal ini dilakukan untuk menanggapi laporan dari para peneliti awal pekan ini yang menegaskan bahwa Covid-19 menyebar dari udara.

Sebelumnya ratusan peneliti melayangkan surat terbuka ke WHO. Mereka mengkritik lembaga itu yang mengesampingkan bahwa virus asal Wuhan ini menyebar melalui udara melalui partikel yang sangat kecil.

WHO awalnya menekankan bahwa Covid-19 ditularkan lewat air liur, sekresi dan tetesan dari penderita melalui batuk, bersin atau bicara atau permukaan yang terkontaminasi. Sehingga jaga jarak dan cuci tangan lebih ditekankan.

Selasa, WHO mengakui ada bukti penularan lewat udara, dalam ruang dengan ventilasi yang buruk. Namun menegaskan perlu ada riset lebih lanjut.

Dalam panduan transmisi terbarunya, WHO setuju bahwa beberapa laporan yang berkaitan dengan kondisi ramai di dalam ruangan memungkinkan adanya transmisi. Misalnya dalam ruangan di mana latihan paduan suara dilakukan, di restoran atau di kelas kebugaran.

Tetapi kembali, WHO mengatakan lebih banyak penelitian harus dibuat. "Sangat dibutuhkan untuk menyelidiki kejadian seperti itu dan menilai signifikansi mereka untuk transmisi COVID-19," kata lembaga itu dikutip Reuters.

Pedoman baru menyarankan orang agar "harus menghindari keramaian" dan "memastikan ventilasi yang baik di gedung". Masker juga wajib dipakai. Menurut salah seorang peneliti yang ikut menandatangani surat ke WHO, ini adalah langkah yang benar.

"Ini adalah langkah ke arah yang benar, meskipun kecil. Menjadi jelas bahwa pandemi didorong oleh peristiwa penyebaran super, dan bahwa penjelasan terbaik untuk banyak dari peristiwa tersebut adalah transmisi udara, "kata Jose Jimenez, seorang ahli kimia di University of Colorado.

Sementara itu, ilmuan top AS Dr. Anthony Fauci, yang juga penasehat Gedung Putih menegaskan belum ada banyak bukti kuat tentang transmisi udara SARS-CoV-2. Tapi, ia mengatakan hal ini masuk akal.

"Saya pikir itu asumsi yang masuk akal bahwa itu memang terjadi," jelasnya.

Ini, tegasnya, bisa menjadi dasar, mengapa orang-orang tanpa gejala wajib menggunakan masker. Terutama untuk melihat apakah penurunan kasus bisa terjadi atau tidak.

Dalam situsnya, WHO membedakan penyebaran udara dengan droplet. Udara lebih merujuk ke partikel mengambang yang sangat kecil.

Salah satu penyakit yang ditularkan melalui udara, dalam penjelasan WHO adalah campak dan tuberkulosis. Keduanya adalah patogen yang sangat menular yang dapat berlama-lama di udara selama berjam-jam.

Mengutip Linsey Marr, seorang ahli aerosol di Virginia Tech, WHO mendefinisikan aerosol sebagai partikel di bawah 5 mikron. Karena hanya partikel yang kecil yang dapat mengapung di udara cukup lama untuk dihirup.

Namun,ia mengatakan kisaran ukuran partikel yang jauh lebih besar telah terbukti berkontribusi terhadap infeksi. Daripada ukuran, ia mengatakan perbedaan antara penularan melalui tetesan dan udara harus didasarkan pada bagaimana infeksi terjadi.

Jika seseorang menghirup virus dan menjadi terinfeksi, itu adalah penularan dari udara. Namun jika infeksi terjadi melalui kontak maka penularannya bisa disebut melalui tetesan.

Sebelumnya, WHO memang mengakui adanya penularan udara dalam prosedur medis tertentu saja. Pada saat itu, WHO menekankan ke sebuah proses penanganan pasien corona di rumah sakit.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar