wb_sunny

Breaking News

Pemerintah Alokasikan Anggaran 123,46 Triliun Untuk Bantu UMKM

Pemerintah Alokasikan Anggaran 123,46 Triliun Untuk Bantu UMKM


Anggaran untuk UMKM sebesar Rp123,46 triliun yang antara lain diperuntukkan bagi subsidi bunga sebesar Rp35,28 triliun, penempatan dana untuk restrukturisasi Rp78,78 triliun, belanja Rp5 triliun, dan penjamin untuk modal kerja (stop loss) Rp1 triliun.

Di lihat dari komposisinya, tidak tampak adanya modal kerja untuk UMKM. Adanya 1 triliun yang ditangani lembaga pengelola dana bergulir (LPDB) biasanya hanya untuk membantu permodalan koperasi, bukan untuk UMKM. Tentu pebisnis UMKM berterima kasih kepada pemerintah yang telah meringankan beban mereka dengan adanya anggaran subsidi bunga dan restrukturisasi, penjamin modal kerja dan lainnya.

Namun modal kerja menjadi sesuatu yang sangat didambakan. Ibarat nafas utama dalam memulai kembali usaha. Kalau hanya menerapkan new normal tanpa dukungan modal kerja, dipastikan pertumbuhan ekonomi kita akan berjalan lambat. Apalagi memulai new normal juga memerlukan biaya ekstra.

Pemerintah dengan segala kewenangan dan potensi yang ada dapat membuat kebijakan yang mendorong berbagai lembaga keuangan (bank dan nonbank) untuk memberikan suntikan modal kerja bagi pelaku UMKM dengan persyaratan yang mudah. Modal kerja yang dibutuhkan umumnya relatif kecil, di kisaran Rp10 juta-Rp25 juta, sehingga tak terlalu sulit direalisasikan.

Tanpa gerak cepat pemerintah, pebisnis UMKM terpaksa akan mencari alternatif lain yang bisa cepat juga. Tidak lain tidak bukan, lagi lagi ke bank gelap alias rentenir yang banyak bergentayangan di pasar. Dengan perolehan modal kerja yang relatif cepat, rentenir menjadi satu-satunya harapan UMKM meskipun bunganya sangat mencekik.

Melihat kemampuan UMKM mengembalikan pokok pinjaman ke rentenir dengan bunga tinggi, seharusnya lembaga perbankan tidak perlu ragu dan takut memberikan pinjaman kepada mereka. Terlebih para pebisnis UMKM sebagai pedagang memiliki arus kas yang sangat lancar, sehingga kemampuan mengembalikan pinjamannya tidak perlu diragukan.

Semoga pemerintah dapat segera mengambil langkah strategis menyelamatkan masa depan UMKM dimasa pandemi dengan memastikan tersedianya stimulus modal kerja.

Pasalnya hal ini merupakan modal untuk kembali bergerak menggairahkan aktivitas bisnis, memberikan kontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menyediakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar