wb_sunny

Breaking News

Uji Coba Vaksin Corona Terhadap Manusia Berhasil Menangkal Virus

Uji Coba Vaksin Corona Terhadap Manusia Berhasil Menangkal Virus


Vaksin eksperimental untuk covid-19 yang dibuat perusahaan Amerika Serikat, Moderna Inc, terbukti aman dan memicu respons kekebalan tubuh pada semua 45 relawan sehat yang menjalani uji coba tersebut.

Tidak ada relawan yang mengalami efek samping yang serius, tetapi lebih dari setengahnya melaporkan reaksi ringan atau sedang seperti kelelahan, sakit kepala, kedinginan, nyeri otot, atau nyeri di tempat suntikan.

Efek samping itu lebih mungkin terjadi setelah disuntikkan dosis kedua dan pada orang yang mendapat dosis tertinggi.

Hasil uji coba vaksin tersebut dilaporkan dalam jurnal medis, New England Journal of Medicine, yang dikutip scmp.com, Kamis, 16 Juli 2020.

Anthony Fauci, Direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional AS, yang para perisetnya turut mengembangkan kandidat vaksin Moderna, menyebut hasil itu "kabar baik".

Ia bilang bahwa penelitian itu tidak menemukan efek samping yang serius, dan vaksin itu menghasilkan antibodi yang tinggi untuk membunuh atau menetralkan virus corona.

"Jika vaksin itu dapat memicu respons yang sebanding dengan infeksi alami, vaksin ini adalah pemenangnya," kata Fauci. "Itu sebabnya kami sangat senang dengan hasilnya".

Moderna adalah yang pertama memulai pengujian vaksin pada manusia untuk virus corona pada 16 Maret lalu, sekitar 66 hari setelah genetik virus tersebut dirilis.

para ahli mengatakan vaksin diperlukan untuk mengakhiri pandemi yang telah membuat jutaan orang sakit dan menyebabkan lebih dari 575.000 kematian di seluruh dunia.

"Dunia sangat membutuhkan vaksin untuk melindungi terhadap covid-19," kata Dr Lisa Jackson dari Kaiser Permanente Washington Health Research Institute di Seattle dan penulis utama penelitian ini.

Pemerintah federal AS mendukung pengembangan vaksin oleh Moderna dengan dukungan dana hampir setengah miliar dolar AS.

Pemerintah AS pun telah memilihnya sebagai salah satu yang pertama untuk memasuki uji coba pada manusia dalam skala besar.

Vaksin yang berhasil bisa menjadi titik balik bagi bisnis Moderna yang berbasis di Cambridge, Massachusetts, yang belum pernah memiliki produk berlisensi.

Vaksin yang disuntikkan buatan Moderna, yang diberi nama mRNA-1273, menggunakan asam ribonukleat (RNA), yakni unsur kimia yang memicu protein.

Ketika disuntikkan ke dalam tubuh manusia, vaksin menginstruksikan sel untuk membuat protein yang meniru permukaan luar virus corona, yang dikenali oleh tubuh sebagai penyerbu asing, dan melakukan respons kekebalan terhadapnya.

Hasil yang dirilis pada hari Selasa lalu melibatkan tiga dosis vaksin, diuji dalam kelompok 15 relawan berusia 18-55 yang mendapat dua kali suntikan dalam rentang terpisah waktu 28 hari. Kelompok relawan itu diuji dengan dosis 25, 100 atau 250 mikrogram vaksin.

Tim melaporkan bahwa orang yang mendapat dua dosis vaksin memiliki tingkat antibodi untuk membunuh virus yang melebihi tingkat rata-rata yang orang yang pulih dari covid-19.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar