wb_sunny

Breaking News

Vaksin RI-China di Depan Mata, Inggris Juga Siap

Vaksin RI-China di Depan Mata, Inggris Juga Siap


Indonesia ternyata aktif mengembangkan yang akan melakukan uji klinis fase 3 pada Juli 2020.

Hal tersebut dikemukakan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir dalam konferensi pers bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait yang disiarkan langsung Youtube Sekretariat Presiden, seperti dikutip Sabtu (18/7/2020).

"Kami berencana melakukan uji klinis tahap tiga, bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, dan berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan," kata Honesti.

"Hasil tahap awal uji klinis akan dipergunakan untuk kebutuhan emergency pada kuartal I-2021,' katanya.

Indonesia sendiri, bukan hanya berkolaborasi dengan lembaga internasional seperti Sinovac, melainkan juga dengan lembaga riset The Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEP) untuk pengembangan vaksin.

Dari dalam negeri, Bio Farma juga termasuk bagian dari konsorsium pengembangan vaksin Covid-19. Saat ini, Selain Bio Farma, ada lembaga-lembaga seperti Eijkman, Balitbangkes, serta sejumlah perguruan tinggi.

"Konsorsium ini merupakan proyek jangka panjang," kata Honesti.

Honesti mengemukakan pengembangan vaksin melalui kolaborasi ini diperkirakan selesai pada kuartal pertama 2022, atau paling lambat di pertengahan 2022. "Jika hasilnya bagus, kita mungkin bisa memiliki vaksin di kuartal pertama atau pertengahan kuartal 20220," katanya.

Uji klinis vaksin fase ketiga merupakan pengujian langsung vaksin kepada manusia dalam jumlah besar dengan rentan usia mulai dari anak-anak hingga orang tua. Bila vaksin ini menunjukkan efektivitas dan manjur, akan memasuki persetujuan regulator di fase keempat. Kemudian diproduksi massal.

Sinovac Biotech merupakan produsen vaksin asal China. Sinovac mengklaim vaksin Covid-19 buatannya aman dan mampu memicu respons kekebalan dan menunjukkan adanya potensi mempertahankan diri melawan infeksi virus corona baru. Vaksin buatan Sinovac diberi nama CoronaVac.

Bloomberg melaporkan dalam uji klinis fase 1 dan Fase 2 yang dilakukan di China, Sinovac mengklaim kandidat vaksin Covid-19 miliknya belum menunjukkan efek samping yang parah dan 90% orang yang disuntikkan vaksin ini menunjukkan adanya pembentukan antibodi penawar dalam 14 hari setelah inokulasi. Uji ini dilakukan pada 743 sukarelawan dengan rentan usia 18 tahun hingga 59 tahun.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar